Thursday, 12 March 2015

MT.BAWAKARAENG

Gunung bawakaraeng,cerita
mistis di balik keindahannya!
Gunung Bawakaraeng merupakan salah
satu puncak tertinggi yang berada di
Sulawesi Selatan tepatnya di kabupaten
Gowa. Nama gunung Bawakaraeng ini
berasal dari bahasa Bugis makassar
Bawa yang berarti mulut dan karaeng
berarti raja atau Tuhan sehingga secara
keseluruhan berarti mulut Tuhan .
Tidak diketahui siapa yang memberikan
nama gunung ini tetapi dengan nama
tersebut menyuburkan berbagai kisah
mistik dan kepercayaan. Menurut cerita
dahulu gunung ini merupakan tempat
pertemuan para wali-wali penyebar
agama islam di Sulawesi Selatan.
Pernah mendengar cerita haji
Bawakaraeng?? ini merupakan ritual
dan kepercayaan sebagian warga yang
berada di Sulawesi Selatan. Para
penganut keyakinan ini menjalankan
ibadah haji di puncak Gunung
Bawakaraeng setiap musim haji
bersamaan dengan pelaksanaan ibadah
haji di Tanah Suci tepat pada tanggal 10
Dzulhijjah mereka melakukan shalat
idul Adha di puncak Gunung
Bawakaraeng. Tidak ketahui pasti asal-
muasal ritual haji Bawakaraeng , hanya
dari cerita penduduk yang diketahui
bahwa pada zaman dahulu ketika masa
kerajaan Gowa masih berjaya ada
seorang tokoh agama yang pergi haji ke
tanah suci melalui puncak Bawakaraeng
dibantu malaikat. Ada cerita versi lain
yang mengatakan pada masa lampau
ada seseorang yang sangat ingin naik
haji, lalu dia mendapatkan bisikan
untuk mendaki puncak Bawakaraeng
sebagai ganti hajinya.
Selain menampilkan cerita mistis ,
keindahan gunung ini tidak kalah
terkenalnya. Pesona alam gunung
Bawakaraeng memancarkan keelokan
hutan tropis yang sangat menakjubkan.
Gunung ini diselimuti pepohonan hijau
dengan tebaran bunga gunung
beraroma khas. Untuk mendaki gunung
bawakaraeng terdapat 10 pos untuk
mencapai puncak. Di mulai dari kaki
gunung tepatnya di desa Lembanna,
medan yang kita lewati berupa
perkebunan warga, selanjutnya mulai
masuk hutan pinus dan untuk mencapai
Post I dibutuhkan waktu perjalanan
kurang lebih 40 menit.
Perjalanan dilanjutkan ke pos II,jalur
ini tidak terlalu terjal dapat ditempuh
kurang lebih 1 jam. Di pos II ini berupa
daratan yang dikelilingi oleh semak-
semak dan batu-batu sedang. Menuju
pos III perjalanan cukup rumit karena
terdapat banyak semak-semak yang
merambat masuk ke dalam jalur.
Selanjutnya kita berjalan menuju pos IV
dan V. Jalur ini ditumbuhi pohon-pohon
besar beragam jenis dan beberapa
batang pohon rebah dan menutupi
jalur. Tiba di pos V yang terdapat
dataran luas yang ditumbuhi rumput
ilalang, para pendaki dapat beristirahat
di pos V ini karena terdapat pula
sumber mata air disebelah kirinya.
Selanjutnya dari pos V menuju Pos VI
mulai mendaki sepanjang perjalanan
banyak pohon yang tumbang akibat
kebakaran dan badai. Batu-batu
berukuran besar juga berserakan
disepanjang jalur naik menuju pos VI.
suasana sangat berbeda kita temukan
ketika melalui jalur menuju pos VII. Jika
di pos 6 tadi gersang dan banyak pohon
tumbang, jalur ini justru sangat subur.
Jalan menuju pos VII ini sangat terjal
dan cukup melelahkan.Namun segala
kelelahan terbayarkan ketika para
pendaki mencapai pos VII dengan
melihat pemandangan yang sangat
indah. Batu besar merupakan penanda
di pos VII ini,kita dapat duduk
beristirahat sekaligus menikmati
keindahan alam. Lanjut perjalanan, kali
ini kita melalui jlur penurunan menuju
pos VIII. Dalam perjalanan, dapat
dilihat bukti longsor pada tahun 2004
silam. Pos VIII ke pos IX mulai
menanjak melewati hutan basah dan
lebat. Di pos IX ini biasanya para
pendaki bermalam sebelum menuju
puncak. Selanjutnya perjalanan menuju
pos X sekaligus puncak triangulasi
Gunung Bawakaraeng. Selama
perjalanan, kita dapat melihat bunga
edelweis yang indah. Jalan menuju
puncak ini sangat terjal dan berbatu
sehingga para pendaki harus barhati-
hati. Namun, semua terbayarkan ketika
kita tiba di puncak dan melihat
pemandangan indah disekitar kita.
Diatas puncak kita,merasa seperti
berada diangit dan dikelilingi oleh
awan-awan serta melihat hijaunya bulot
dosekitar.Sungguh sempurna
Mahakarya Sang Pencipta :D
Selamat Mendaki,dan Jagalah
Kelestarian...

No comments:

Post a Comment