Saturday, 21 March 2015

Analisis Prilaku dan Estimasi Biaya

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Ketika terjadi perbuahan
dalam sector manufaktur dan
jasa di dunia bisnis maka
Akuntansi manajemen juga
ikut berubah dan
menyesuaikan. Salah satu
penyesuaian yang signifikan
adalah perkembangan
manajemen berdasarkan
aktivitas. Pengaruh model
manajemen berdasarkan
aktivitas atas akuntansi
manajemen sangatlah besar,
yaitu menyebarkan
penerimaan dan praktik
konsep-konsep aktivitas
berdasarkan konsep-konsep
metode berdasarkan aktivitas
dalam kerangka yang
terintegrasi dan komprehensif.
Selanjutnya dalam sebuah
bank estimasi biaya membantu
manajemen untuk
memprediksi berapa besarnya
biaya pada level aktivitas yang
direncanakan termasuk
menyusun perencanaan
kegiatan dan menyusun
anggaran. Makalah ini akan
membahas mengenai perilaku
dan esitimasi biaya.

2. Rumusan Masalah

a) Bagaimana Pola perilaku
biaya?
b) Seperti Apa analisis
biaya campuran?
c) Seperti Apa penilaian
manajerial?
d) Pengertian Estimasi
Biaya?
e)             Sebutkan Metode
Estimasi biaya?

3. Tujuan

a) Mengetahui Pola
perilaku biaya
b) Mengetahui analisis
biaya campuran
c) Mengetahui penilaian
manajerial
d) Mengetahui Pengertian
Estimasi Biaya
e)             Mampu mnyebutkan
Metode Estimasi biaya

BAB II
PEMBAHASAN

A.           Perilaku Biaya

1. Pola Perilaku Biaya
Perilaku biaya adalah cara
biaya berubah dalam
hubungannya dengan perubahan
penggunaan aktivitas. Atau
dengan kata lain perilaku biaya
adalah istilah untuk
menggambarkan apakah biaya
berubah seiring dengan
perubahan output. Biaya-biaya
bereaksi pada perubahan output
dengan berbagai macam cara
.Perilaku biaya dapat dibedaan
sebagai biaya tetap dan biaya
variabel. Biaya tetap (fixed cost)
adalah suatu biaya yang konstan
dalam total tanpa
mempertimbangakan perubahan-
perubahan tingkat aktivitas dalam
suatu relevant range tertentu. Bila
suatu biaya tetap dinyatakan
menurut biaya per unit, maka
biaya tersebut akan beruabah
secara terbalik dengan tingkat
aktivitas. Biaya tetap selanjutnya
dapat dikelompokkan sebagai
committed fixed cost dan
discretionary fixed cost.
Committed fixed cost
meliputi biaya-biaya tetap yang
berhubungan dengan investasi
dalam fasilitas, peralatan, dan
struktur dasar organisasai sebuah
perusahaan. Biayar- biaya ini sulit
ditelusuri hubungannya dengan
volume output, seperti unit
produksi. Discretionary fixed cost
atau dikenal juga sebagai managed
fixed cost meliputi biaya-biaya
tetap yang timbul dari keputusan-
keputusan tahunan manajeman
untuk membelanjai bidang-bidang
biaya tetap tertentu seperti iklan,
dan penelitian. Sebagai contoh,
untuk meningkatkan penjualannya
dalam satu periode tertentu
manajemen memutuskan untuk
meningkatkan biaya iklan sampai
pada jumlah tertentu. Begitu
rencana tersebut dilaksanakan,
misalnya mengikat kontrak
dengan sebuah stasion televise
untuk iklan setahun penuh maka
biayanya akan menjadi biaya
tetap yang jumlahnya ditentukan
berdasarkan kebijakan.
Biaya variabel (variabel cost)
yaitu biaya yang secara total
berubah secara professional
dengan perubahab dalam tingkat
aktivitas. Suatu biaya variabel,
konstan per unut. Biaya variabel
selanjutnya dapat dikelompokkan
sebagai engineered variable cost
dan discretionary variable.
Engineered variable cost atau true
variable cost yaitu biaya yang
memiliki spesifikasi hubungan
fisik yang eksplisit dengan
pelaksanaan suatu aktivitas. Biaya
ini timbul dalam rangka aktivitas
operasi normal perusahaan.
Contoh konkrit untuk biaya ini
adalah biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung yang
berubah volumenya karna proses
perekayasaan produk.
Discretionary variable cost
atau step variable cost yaitu
semacam biaya discretionary yang
memiliki pola grafis variabilitas,
tetapi bukan karena alas an yang
sama seperti bahan langung atau
tenaga kerja langsung.
Pertamabahan biaya ini mungkin
lebih berhubungan dengan
otoritas manajemen dalam
membelanjainya.
Mixed cost atau semivariable
cost yaitu biaya yang di dalamnya
terdiri dari elemen-elemen biaya
tetap dan biaya variabel. Biaya ini
pada umumnya terdapat dalam
komponen biaya tidak langsung.
Karakteristik perilakunya tidak
konstan seperti dua kelompok
biaya yang diuraikan di atas.
Dalam keadaan tertentu jumlah
biaya semivariabel akan menjadi
lebih tinggi dalam satu tingkat
aktivitas, akan tetapi dalam
keadaan lain bisa terjadi biayanya
akan lebih rendah pada tingkat
aktivitas yang sama. Untuk itu
diperlukan cara tersendiri untuk
mengidentifikasi perilakunya.

2. Analisi Biaya Campuran
Agar dapat dimanfaatkan dengan
cara yang lebih baik, informasi
biaya semivariabel sebaiknya
dipisahkan lebih dahulu unsur-
unsur biaya variabel dari unsur-
unsur biaya tetapnya. Apabila
pemisahan ini tidak dilakukan
maka alternative keputusan yang
dihasilkan juga kurang
memuaskan akurasinya terutama
bila jumlah biaya semivariabel ini
cukup signifikan disbanding total
biaya secara keseluruhan.
Pemisahan unsur biaya tetap dan
biaya variabel dari biaya
semivariabel dapat dilakukan
dengan menggunakan metode titik
tertinggi dan terendah, analisis
regresi kuadrat terkecil, metode
diagram pencar dan metode
regresi kuadrat terkecil..
Metode titik tertinggi dan
terendah (high low method) yaitu
suatu metode pemisahab biaya
campuran ke dalam elemen-
elemen biaya tetap dan biaya
variabelnya dengan mendasarkan
analisis pada selisih biaya antara
tingkat aktivitas tertinggi dan
terendah. Analisis regresi kuadrat
terkecil (least squares regression
analysis) yaitu suatu metode yang
dapat digunakan dalam
pemisahan biaya campuran ke
dalam elemen-elemen biaya tetap
dan variabelnya dengan
mencocokan suatu kuadrat garis
regresi yang meminumumkan
jumlah kesalahan.
Metode diagram pencar
(scrattergraph method) yaitu suatu
metode pemisahan biaya
campuran ke dalam elemen-
elemen biaya tetap dan
variabelnya. Dengan metode ini
sebuah garis regresi ditarik
diantara pencaran titik-titik yang
diplot secara sederhana
berdasarkan pengamatan visual.
Cara lain yang dapat digunakan
adalah metode biaya berjaga. Cara
ini lebih praktis digunakan untuk
menaksir jumlah biaya yang
masih harus dipenuhi oeleh
perusahaan bilan terjadi
penghentian kegiatan normal
untuk sementara.

a. Perhitungan metode titik
tertinggi dan terindah
Metode titi tertinggi dan
terendah merupakan cara
perhitungan yang relative
lebih sederhana dalam
memisahkanbiaya tetap
dan biaya variabel dari
suatu kelompok biaya seni
variabel. Secara umum
perhitungannya dapat
dilakukan dengan cara :
· Memilih jumlah biaya
yang paling tinggi dari
data yang tersedia.
· Memilih jumlah biaya
yang paling rendah
dari data yang tersedia.
· Menghitung selisih
jumlah aktivitas dan
selisih biaya dari dua
titik tertinggi dan
terendah.
· Memasaukkan selisih
tersebut ke dalam
formula untuk
menghitung komponen
biaya tetap dan biaya
variabel.
Untuk keperluan analisis
sederhana metode titik
tertinggi terendah lebih
mudah penggunaannya
karena analisisnya dapat
dibuat dengan cara yang
lebih mudah. Metode ini
antara lain sangat
berguna dalam membantu
memberikan gambaran
sederhana dalam
pengujian secara cepat
atas penaksiran
perubahan biaya. Hasil
perhitungan dengan
mengunakan metode
kuadrat terkecil memiliki
akurasi yang lebih tinggi
karena mempergunakan
semua data volume
aktivitas dan data biaya
yang tersedia sebagai
dasar analisisnya. Hasil
perhitungan metode titik
tertinggi dan terendah
tidak sebaik metode yang
pertama karena dalam
analisisnya hanya
digunakan dua data yang
tertinggi dan terendah
saja. Konsekuensinya,
semakin banyak data yang
dianalisis maka hasil
perhitungan ini semakin
tidak mewakili. Apalagi
bila terdapat data dengan
fluktuasi yang tajam dari
waktu ke waktu.

b. Metode Biaya Berjaga
Metode biaya terjaga
praktis digunakan untuk
menaksir biaya tetap dan
variabel bila sebuah
perusahaan menutup
kegiatannya untuk
sementara istilah biaya
terjaga digunakan untuk
mewakili biaya tetap yang
akan terjadi selama masa
transisi tersebut. Metode
ini disebut biaya berjaga
karena dimaksudkan
untuk menghitung
cadangan dana yang
harus disiapkan untuk
berjaga-jaga selama
tenggang waktu tanpa
kegiantan noramal, selisih
total biaya pada saat
perusahaan menjalankan
kegiatnan operasi
komersilnya. Dengan
biaya yang diperkirakan
akan terjadi pada saat
kegiatan komersil
dihentikan
diperhitungkan sebagai
biaya variabel. Biaya
variabel ini selanjutnya
dapat dibebankan kepada
setiap unit produk atau
satuan aktivitas dengan
cara membagikan total
unit produksi atau satuan
aktivitas dari total biaya
variable. Hasil pembagian
tersbut merupakan hasil
biaya produksi varibel per
unit produksi atau
persatuan aktivita.
Biaya yang dikeluarkan
pada tingkat aktivitas
50.000 jam mesin Rp.
6.000.000
Biaya terjaga sebagai
biaya tetap Rp
1.500.000
Selisih atau total biaya
variabel Rp.
4.500.000
Dengan demikian biaya
variabel per jam dapat
dihitung dengan cara
membagikan jumlah jam
mesin prosuksi dari total
biaya variabel sebagai
berikut:
Biaya variabel per jam
= Rp 4.500.000 /
50.000 jam
= Rp. 90,- per
jam
Formula biaya produksi
selanjutnya dapat
dtianyakant sebagai
persamaan linier y= a+bx
atau y= Rp. 1.500.000,-
dan biaya variabelnya Rp.
90 setiap jam.

c.    Metode Diagram Pencar
Cara lain Cara lain yang
cukup sederhana adalah
metode diagram pencar
yang dapat digunakan
untuk melihat
kecenderungan perubahan
biaya tetap dan biaya
variabel dengan cara
menempatkan titik-titik
perpotongan biaya
dengan volume jam
kegiatan dalam satu grafik
yang terdiri dari sumbu x
dan y.

d. Metode regresi kuadrat
tekcil
Pada umumnya analissi
regresi dimulai dari
asumsi bahwa terrdapat
hubungan yang linier
antara variabel terkait
dan variabel bebasnya.
Asumsi ini juga dapat
diterapkan dalam analisi
hubungan perilaku biaya
dengan faktor yang
menyebabkan terjadinya
biaya bersangkutan.

3. Penilaian Manajerial
Pertimbangan manajerial
merupakan hal yang sangat
penting dalam menentukan
perilaku biaya. Pertimbangan
manajerial merupakan metode
paling luas yang digunakan.
Metode ini memiliki banyak
bentuk. Secara sederhana
beberapa manajer menentukan
biaya aktivitas tertentu menjadi
kategori tetap dan lainnya
menjadi kategori variabel, tanpa
menghiraukan kemungkinan
biaya campuran. Daya tarik dari
metode ini terletak pada
kesederhanaannya. Sebelum
memilih metode ini, manajemen
berupaya memastikan sebagian
besar biaya adalah variabel atau
tetap dan keputusan yang dibuat
tidak terlalu sensitif terhadap
kesalahan pengklasifikasian biaya.
Kemungkinan lain adalah
manajemen mengidentifikasi
biaya campuran dan membagi
biaya-biaya ini dalam komponen
tetap dan variabel dengan
memutuskan bagian biaya yang
merupakan biaya tetap dan
variabel. Sebagai contoh, suatu
pabrik dapat memasukkan
pembayaran sewa mesinn fotokopi
dalam satu akun dan biaya kertas
dan tinta ke akun lainnya. Dengan
demikian, akan mudah untuk
mengelompokkan akun
pembayaran sewa dengan akun-
akun biaya tetap lainnya, dan
memperlakukan biaya variabel
secara terpisah. Kemudian,
komponen variabel dapat dihitung
dengan menggunakan satu atau
lebih data biaya/ volume. Hal ini
memiliki keunggulan akuntansi
untuk biaya campuran, tetapi
rentan terhadap jenis kesalahan,
yaitu manajemen mungkin saja
salah dalam penilaiannya.
Kemungkinan terakhir adalah
manajemen menggunakan
pengalaman dan pertimbangan
mereka untuk memperbaiki hasil
estimasi statistik.
Keunggulan dari penggunaan
pertimbangan manajerial untuk
memisahkan biaya tetap dan
variabel terletak pada
kesederhanaannya. Saat manajer
memiliki pengetahuan yang
mendalam tentang perusahaan
dan pola biayanya, metode ini
dapat memberikan hasil yang
baik. Akan tetapi, kesalahan akan
terjadi jika manajer tidak
memiliki pertimbangan yang baik.
Oleh karena itu,
mempertimbangkan pengalaman
manajer, potens kesalahan, dan
pengaruh pertimbangan yang
salah terhadap keputusan terkait
merupakan hal yang penting.

B. Estimasi Biaya

1. Pengertian Estimasi Biaya
Pentingnya manajemen untuk
memahami bagaimana hubungan antara
biaya dengan faktor-faktor yang memicu
perubahan biaya (cost driver). Estimasi
biaya membantu manajemen untuk
memprediksi berapa besarnya biaya pada
level aktivitas yang direncanakan
termasuk menyusun perencanaan
kegiatan dan menyusun anggaran.
Estimasi biaya adalah proses menaksir
hubungan antara biaya-biaya dan
pengarah biaya yang menyebabkannya.
Beberapa biaya-biaya secara langsung
dihubungkan dengan suatu aktivitas dan
dapat diperkirakan didasarkan pada
aktivitas itu. Biaya-Biaya lain secara tidak
langsung dihubungkan dengan suatu
aktivitas dan tidakmudah untuk
diramalkan sebab tidak langsung. Ini
adalah satu tantangan bagi para Manajer
Keuangan disetiap UKM harus mengerti
tentang penaksiran biaya-biaya.
Tantangan lainnya ada sebab
pembelanjaan dan biaya-biaya tidak selalu
terjadi pada waktu yang sama. Tujuan
utama penilaian biaya adalah mengatur
biaya-biaya, pembuatan keputusan, dan
untuk merencanakan dan menetapkan
standard.

2. Metode Estimasi biaya
Ada empat metode estimasi biaya:

a) Industrial engineering
method
Estimasi biaya dengan
menganalisa hubungan
antara input dan output
dalam bentuk fisik. Metode
ini sangat memakan waktu
dan biaya serta tidak
praktis.

b) Conference method
Estimasi biaya berdasarkan
analisis dan pendapat
mengenai biaya dan cost
driver-nya yang
dikumpulkan dari berbagai
departemen dalam
perusahaan (purchasing,
proses manufaktur,
karyawan dsb). metode ini
memacu kerjasam antar
departemen, lebih kredibel,
serta cepat dikembangkan
karena tidak memerlukan
data analisis yang rinci.
Namun karena berdasarkan
opini bukan estimasi,
metode ini keakuratannya
tergantung dari kepedulian
dan keahlian para pihak
yang terlibat

c)      Account Analysis method
Estimasi biaya dengan
mengklasifikasikan akun
biaya pada buku besar
pembantu sebagai biaya
variabel, fixed atau
campuran sesuai dengan
level aktivitas.

d) Quantitative Analysis
method
Analisis kuantitatif ini
menggunakan metode
matematis formal untuk
menyesuaikan fungsi biaya
dengan obsservasi data
masa lalu. Metodenya ada
dua yaitu: High-Low
method dan Regression
Analysis method.

BAB III
KESIMPULAN

Perilaku biaya adalah cara biaya
berubah dalam hubungannya dengan
perubahan penggunaan aktivitas. Waktu
merupakan salah satu faktor penting
dalam penentuan perilaku biaya. Biaya
variabel merupakan biaya yang
meningkat secara proporsional dengan
peningkatan aktivitas. Biaya tetap
adalah biaya yang tidak berubah
jumlah totalnya ketika penggunaan
aktivitas berubah, sedangkan biaya
campuran merupakan biaya yang
mempunyai komponen tetap dan
variabel. Estimasi biaya membantu
manajemen untuk memprediksi berapa
besarnya biaya pada level aktivitas
yang direncanakan termasuk menyusun
perencanaan kegiatan dan menyusun
anggaran.

No comments:

Post a Comment