Wednesday, 25 August 2021

Pembangunan Jembatan Poros Palopo Toraja

Proses pembangunan Jembatan Poros Palopo Toraja terus di kebut. Setelah tahun 2020 lalu longsor dan memutuskan jalur Palopo Toraja, kini Jembatan itu telah di bangun diatas bekas longsornya. Sebelum nya terlebih dahulu dibangun jembatan darurat berbentuk jembatan Gantung di atas jembatan Yang lebih besar. 

Dahulu Rute ini menjadi rute paling ramai dilalui kendaraan besar ketika ingin berangkat ke Tana Toraja. Namun setelah Longsor terjadi akses Roda 4 dan lebih otomatis terputus. Namun bukan berarti jalur ini tidak bisa dilalui
Pembangunan Jembatan darurat dikususkan untuk Roda 2 dan Pejalan Kaki. Karna hal itulah dikanan kiri lokasi longsor ini berubah menjadi Terminal bayangan. 

Akses Ke Toraja dan sebaliknya bisa di akses namun dengan biaya yang lebih mahal dari biasanya. Karna penumpang harus berganti kendaraan dengan cara menyeberang Jembatan darurat menggunakan Ojek atau berjalan kaki, jika tidak membawa barang yang banyak. Tapi jika kalian membawa banyak barang maka satu satunya cara adalah menggunakan Jasa Ojek dengan Biaya Rp. 25,000 sekali jalan.

Namun tak lama lagi Akses ini akan bisa dilalui Roda 4. Karna proses pembangunan Jembatan Penghubung akan segera rampung di bulan september. Awalnya direncanakan selesai bulan Agustus. Namun karna cuaca yang kurang mendukung akhirnya jadwal itu mundur ke September. Syarat kendaraan Roda 4 yang bisa melintas adalah Kendaraan dengan Tonase tak lebih dari 10 Ton.

Hal ini mungkin saja karna lingkungan tempat ini masih rawan longsor atau kontur tanahnya masih belum bisa diprediksi. Jadi untuk tahap awal dan sebagai tahap test maka Berat kendaraan akan di batasi terlebih dahulu.

Wednesday, 7 October 2015

Cara tebang pohon

Bengkel Mesin Chainsaw (Gergaji Mesin)

Monday, April 29, 2013
Teknik Menebang Pohon (bag.4) : Penebangan Terarah

Penebangan yang aman memerlukan ketepatan dan keakuratan perhitungan. Arah sudut takik menentukan kemana pohon akan jatuh. Pembuatan takik pada pohon dapat dilakukan sesua dengan rencana arah jatuh pohon yang sudah kita tetapkan.

Arah sudut takik
Arah sudut takik dapat dibuat dalam berbagai cara. Kondisi pohon, tradisi lokal dan area kerja menentukan pembuatan takik yang mungkin dapat berbeda. Hindari membuat takik terlalu dalam, jangan melebihi 15-20% dari diameter tingginya.
Takik yang umum digunakan adalah arah sudut takik open-face dalam dua versi (A dan B), arah sudut takik open-face dengan sudut pembuka yang lebih lebar, dan takik dengan arah terbalik. Kami merekomendasikan menggunakan takik open-face (versi A), karena dapat digunakan dalam banyak jenis penebangan dan paling mudah untuk dipelajari.
Arah sudut takik open-face dengan sudut pembuka yang lebih lebar memiliki keuntungan untuk digunakan di medan yang lebih landai di mana ada kebutuhan untuk menahan pohon tetap utuh dikarenakan area yang tidak rata. Takik dengan arah terbalik digunakan pada pohon-pohon yang sangat besar di medan curam dan jenis pohon yang cenderung terbelah ketika ditebang.
Takik dibuat dalam dua bagian yakni pemotongan atas dan pemotongan bawah. Untuk memulai membuat takik dilakukan berdasarkan metode mana yang digunakan. Pemotongan sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan tanah agar kontrol dan stabilitas maksimal ketika pohon jatuh. Perhatikan juga untuk memotong tonjolan akar yang menghalangi pembuatan takik.


Felling cut
Ketika arah takik telah dibuat, sekarang saatnya membuat felling cut. Felling cut biasanya akan sejajar dengan atau sedikit di atas level arah takik (lihat di bawah). Teknik yang digunakan untuk membuat Felling cut tergantung pada ketebalan batang dan panjang guide bar mesin chainsaw Anda.
Gunakan breaking bar, felling bar atau felling wedge untuk memastikan penebangan aman. Hal ini mencegah pohon condong ke arah yang berlawanan dan menjepit guide bar mesin chainsaw di pohon saat pembuatan feeling cut. Pastikan bahan bakar cukup saat memotong menggunakan chainsaw. Akan berbahaya jika bahan bakar habisa pada saat proses pemotongan.

Hinge (sendi/engsel) membuat aman penebangan

Hinge adalah faktor yang paling penting dalam memastikan penebangan yang aman dan bersih. Hinge adalah bagian yang tidak dipotong antara takik dan felling cut , berfungsi seperti engsel untuk mengarahkan pohon ke tanah. Hinge harus memiliki ketebalan yang sesuai dan panjangnya paling tidak minimal 80% dari diameter pohon yang setinggi dada. Lebar harus 10% dari diameter pohon yang setinggi dada. Untuk pohon yang lebih tebal dari 30 cm, cukup untuk memiliki hinge sekitar 3 cm. Sudut pembuka arah takik akan menentukan berapa lama hinge bertahan. Semakin kecil sudut, semakin cepat pula hinge akan patah.

Sumber: Husqvarna WorldWide

bengkel minimotor at 11:18 PM
Share

No comments:
Post a Comment


Home
View web version
About Me

bengkel minimotor

View my complete profile
Powered by Blogger.


Sunday, 23 August 2015

Clash of Clan apk

https://www.dropbox.com/s/uzh6vz9kp6hxtdw/com.supercell.clashofclans-v7.156.5-602-Android-4.0.3.apk?dl=0


Sunday, 26 July 2015

Bukti Kebesaran ALLAH SWT.

SYARIFUDDIN KHALIFAH KINI TELAH DEWASA, BAYI AJAIB NON-MUSLIM AFRIKA

Kembali mengingat peristiwa tahun 90-an, dunia saat itu gempar dengan berita besar seorang bayi berumur 2 bulan dari keluarga Katholik di Afrika yang menolak dibaptis. “Mama, unisibi baptize naamini kwa Allah, na jumbe wake Muhammad” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Ayah dan ibunya, Domisia-Francis, pun bingung. Kemudian didatangkan seorang pendeta untuk berbicara kepada bayinya itu: “Are You Yesus?” (Apakah kamu Yesus?).

Kemudian dengan tenang sang bayi Syarifuddin menjawab: “No, I’m not Yesus. I’m created by God. God, The same God who created Jesus” (Tidak, aku bukan Yesus. Aku diciptakan oleh Tuhan, Tuhan yang sama dengan yang menciptakan Yesus). Saat itu ribuan umat Kristen di Tanzania dan sekitarnya dipimpin bocah ajaib itu mengucapkan dua kalimat syahadat.

Bocah Afrika kelahiran 1993 itu lahir di Tanzania Afrika, anak keturunan non Muslim. Sekarang bayi itu sudah remaja, setelah ribuan orang di Tanzania-Kenya memeluk agama Islam berkat dakhwahnya semenjak kecil. Syarifuddin Khalifah namanya, bayi ajaib yang mampu berbicara berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Ia pun pandai berceramah dan menterjemahan al-Quran ke berbagai bahasa tersebut. Hal pertama yang sering ia ucapkan adalah: “Anda bertaubat, dan anda akan diterima oleh Allah Swt.”

Syarifuddin Khalifah hafal al-Quran 30 juz di usia 1,5 tahun dan sudah menunaikan shalat 5 waktu. Di usia 5 tahun ia mahir berbahasa Arab, Inggris, Perancis, Italia dan Swahili. Satu bukti kuasa Allah untuk menjadikan manusia bisa bicara dengan berbagai bahasa tanpa harus diajarkan.

a. Latar Belakang Syarifuddin Khalifah

Mungkin Anda terheran-heran bahkan tidak percaya, jika ada orang yang bilang bahwa di zaman modern ini ada seorang anak dari keluarga non Muslim yang hafal al-Quran dan bisa shalat pada umur 1,5 tahun, menguasai lima bahasa asing pada usia 5 tahun, dan telah mengislamkan lebih dari 1.000 orang pada usia yang sama. Tapi begitulah kenyatannya, dan karenanya ia disebut sebagai bocah ajaib; sebuah tanda kebesaran Allah Swt.

Syarifuddin Khalifah, nama bocah itu. Ia dilahirkan di kota Arusha, Tanzania. Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur yang berpenduduk 36 juta jiwa. Sekitar 35 persen penduduknya beragama Islam, disusul Kristen 30 persen dan sisanya beragam kepercayaan terutama animisme. Namun, kota Arusha tempat kelahiran Syarifuddin Khalifah mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua adalah Kristen Anglikan, kemudian Yahudi, baru Islam dan terakhir Hindu.

Seperti kebanyakan penduduk Ashura, orangtua Syarifuddin Khalifah juga beragama Katolik. Ibunya bernama Domisia Kimaro, sedangkan ayahnya bernama Francis Fudinkira. Suatu hari di bulan Desember 1993, tangis bayi membahagiakan keluarga itu. Sadar bahwa bayinya laki-laki, mereka lebih gembira lagi.

Sebagaimana pemeluk Katolik lainnya, Domisia dan Francis juga menyambut bayinya dengan ritual-ritual Nasrani. Mereka pun berkeinginan membawa bayi manis itu ke gereja untuk dibaptis secepatnya. Tidak ada yang aneh saat mereka melangkah ke Gereja. Namun ketika mereka hampir memasuki altar gereja, mereka dikejutkan dengan suara yang aneh. Ternyata suara itu adalah suara bayi mereka. “Mama usinibibaptize, naamini kwa Allah wa jumbe wake Muhammad!” (Ibu, tolong jangan baptis saya. Saya adalah orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, Muhammad).

Mendengar itu, Domisia dan Francis gemetar. Keringat dingin bercucuran. Setelah beradu pandang dan sedikit berbincang, mereka memutuskan untuk membawa kembali bayinya pulang. Tidak jadi membaptisnya.

Awal Maret 1994, ketika usianya melewati dua bulan, bayi itu selalu menangis ketika hendak disusui ibunya. Domisia merasa bingung dan khawatir bayinya kurang gizi jika tidak mau minum ASI. Tetapi, diagnose dokter menyatakan ia sehat. Kekhawatiran Domisia tidak terbukti. Bayinya sehat tanpa kekurangan suatu apa. Tidak ada penjelasan apapun mengapa Allah mentakdirkan Syarifuddin Khalifah tidak mau minum ASI dari ibunya setelah dua bulan.

Di tengah kebiasaan bayi-bayi belajar mengucapkan satu suku kata seperti panggilan “Ma” atau lainnya, Syarifuddin Khalifah pada usianya yang baru empat bulan mulai mengeluarkan lafal-lafal aneh. Beberapa tetangga serta keluarga Domisia dan Francis terheran-heran melihat bayi itu berbicara. Mulutnya bergerak pelan dan berbunyi: “Fatuubuu ilaa baari-ikum faqtuluu anfusakum dzaalikum khairun lakum ‘inda baari-ikum, fataaba ‘alaikum innahuu huwattawwaburrahiim.”

Orang-orang yang takjub menimbulkan kegaduhan sementara namun kemudian mereka diam dalam keheningan. Sayangnya, waktu itu mereka tidak mengetahui bahwa yang dibaca Syarifuddin Khalifah adalah QS. al-Baqarah ayat 54.

Domisia khawatir anaknya kerasukan setan. Ia pun membawa bayi itu ke pastur, namun tetap saja Syarifuddin Khalifah mengulang-ulang ayat itu. Hingga kemudian cerita bayi kerasukan setan itu terdengar oleh Abu Ayub, salah seorang Muslim yang tinggal di daerah itu. Ketika Abu Ayub datang, Syarifuddin Khalifah juga membaca ayat itu. Tak kuasa melihat tanda kebesaran Allah, Abu Ayub sujud syukur di dekat bayi itu.

“Francis dan Domisia, sesungguhnya anak kalian tidak kerasukan setan. Apa yang dibacanya adalah ayat-ayat al-Qur’an. Intinya ia mengajak kalian bertaubat kepada Allah,” kata Abu Ayub.

Beberapa waktu setelah itu Abu Ayub datang lagi dengan membawa mushaf. Ia memperlihatkan kepada Francis dan Domisia ayat-ayat yang dibaca oleh bayinya. Mereka berdua butuh waktu dalam pergulatan batin untuk beriman. Keduanya pun akhirnya mendapatkan hidayah. Mereka masuk Islam. Sesudah masuk Islam itulah mereka memberikan nama untuk anaknya sebagai “Syarifuddin Khalifah”.

Keajaiban berikutnya muncul pada usia 1,5 tahun. Ketika itu, Syarifuddin Khalifah mampu melakukan shalat serta menghafal al-Quran dan Bible. Lalu pada usia 4-5 tahun, ia menguasai lima bahasa. Pada usia itu Syarifuddin Khalifah mulai melakukan safari dakwah ke berbagai penjuru Tanzania hingga ke luar negeri. Hasilnya, lebih dari seribu orang masuk Islam.

b. Kisah Nyata Syarifuddin Mengislamkan Ribuan Orang

Kisah nyata ini terjadi di Distrik Pumwani, Kenya, tahun 1998. Ribuan orang telah berkumpul di lapangan untuk melihat bocah ajaib, Syarifuddin Khalifah. Usianya baru 5 tahun, tetapi namanya telah menjadi buah bibir karena pada usia itu ia telah menguasai lima bahasa. Oleh umat Islam Afrika, Syarifuddin dijuluki Miracle Kid of East Africa.

Perjalanannya ke Kenya saat itu merupakan bagian dari rangkaian safari dakwah ke luar negeri. Sebelum itu, ia telah berdakwah ke hampir seluruh kota di negaranya, Tanzania. Masyarakat Kenya mengetahui keajaiban Syarifuddin dari mulut ke mulut. Tetapi tidak sedikit juga yang telah menyaksikan bocah ajaib itu lewat Youtube.

Orang-orang agaknya tak sabar menanti. Mereka melihat-lihat dan menyelidik apakah mobil yang datang membawa Syarifuddin Khalifah. Beberapa waktu kemudian, Syaikh kecil yang mereka nantikan akhirnya tiba. Ia datang dengan pengawalan ketat layaknya seorang presiden.

Ribuan orang yang menanti Syarifuddin Khalifah rupanya bukan hanya orang Muslim. Tak sedikit orang-orang Kristen yang ikut hadir karena rasa penasaran mereka. Mungkin juga karena mereka mendengar bahwa bocah ajaib itu dilahirkan dari kelarga Katolik, tetapi hafal al-Quran pada usia 1,5 tahun. Mereka ingin melihat Syarifuddin Khalifah secara langsung.

Ditemani Haji Maroulin, Syarifuddin menuju tenda yang sudah disiapkan. Luapan kegembiraan masyarakat Kenya tampak jelas dari antusiasme mereka menyambut Syarifuddin. Wajar jika anak sekecil itu memiliki wajah yang manis. Tetapi bukan hanya manis. Ada kewibawaan dan ketenangan yang membuat orang-orang Kenya takjub dengannya. Mengalahkan kedewasaan orang dewasa.

Kinilah saatnya Syaikh cilik itu memberikan taushiyah. Tangannya yang dari tadi memainkan jari-jarinya, berhenti saat namanya disebut. Ia bangkit dari kursi menuju podium.

Setelah salam, ia memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi. Bahasa Arabnya sangat fasih, diakui oleh para ulama yang hadir pada kesempatan itu. Hadirin benar-benar takjub. Bukan hanya kagum dengan kemampuannya berceramah, tetapi juga isi ceramahnya membuka mata hati orang-orang Kristen yang hadir pada saat itu. Ada seberkas cahaya hidayah yang masuk dan menelusup ke jantung nurani mereka.

Selain pandai menggunakan ayat al-Quran, sesekali Syarifuddin juga mengutip kitab suci agama lain. Membuat pendengarnya terbawa untuk memeriksa kembali kebenaran teks ajaran dan keyakinannya selama ini.

Begitu ceramah usai, orang-orang Kristen mengajak dialog bocah ajaib itu. Syarifuddin melayani mereka dengan baik. Mereka bertanya tentang Islam, Kristen dan kitab-kitab terdahulu. Sang Syaikh kecil mampu memberikan jawaban yang memuaskan. Dan itulah momen-momen hidayah. Ratusan pemeluk Kristiani yang telah berkumpul di sekitar Syarifuddin mengucapkan syahadat. Menyalami tangan salah seorang perwakilan mereka, Syarifuddin menuntun syahadat dan mereka menirukan: “Asyhadu an laa ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasuulullah.”

Syahadat agak terbata-bata. Tetapi hidayah telah membawa iman. Mata dan pipi pun menjadi saksi, air mata mulai berlinang oleh luapan kegembiraan. Menjalani hidup baru dalam Islam. Takbir dari ribuan kaum muslimin yang menyaksikan peristiwa itu terdengar membahana di bumi Kenya.

Bukan kali itu saja, orang-orang Kristen masuk Islam melalui perantaraan bocah ajaib Syarifuddin Khalifah. Di Tanzania, Libya dan negara lainnya kisah nyata itu juga terjadi. Jika dijumlah, melalui dakwah Syarifuddin Khalifah, ribuan orang telah masuk Islam. Ajaibnya, itu terjadi ketika usia Syaikh kecil itu masih lima tahun.

Para ulama dan habaib sangat mendukung dakwah Syaikh Syarifuddin Khalifah. Bahkan ulama besar seperti al-Habib ali al-Jufri pun rela meluangkan waktunya untuk bertemu anak ajaib yang kini remaja dan berjuang dalam Islam. (Dikutip dari buku Mukjizat dari Afrika, Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang; Syarifuddin Khalifah).


Sumber : Status Facebook " Al-Faqiir"


Friday, 24 July 2015

Pulau Camba Cambang Pangkep

Beranjak dari satgment bahwasannya Sulsel merupakan lahan surga bagi tarveler. Dan perihal tersebut benar adanya, sebab Sulsel memiliki beragam kekayaan potensi wisata alam baik buatan mulai dari darat hingga bahari. Salah satu yang buktinya yakni Pulau Cambang-Cambang tepatnya berada di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kabupaten Pangkep (Kepulauan Pangkajenne).



Titik koordinat destinasi wisata bahari ini pun tergolong strategis dari jantung kota Pangkep yakni kisaran 15 kilometer ke Pelabuhan Maccini Baji. Dan jarak Pelabuhan ke destinasi tersebut yakni kisaran Dua mill dengan jarak tersebut ditempuh kisaran 10 menit denegan berkendara perahu rakyat (Jolloro).

Adapun ukuran pulau tersebut yakni kisaran 50 meter persegi. Dengan ukuran yang tergolong mini tersebut, maka pulau tersebut di jadikan gerbang(Pusat Informasi) wisata bahari di Pangkep karena lokasinya yang berdampingan dengan pulau supermonde lainnya.



Eksotika alam yang ditawarkan pun beragam yakni hamparan pasir putih, lautan yang membiru, terumbu karang yang nan indah serta sebuah pohon rindang yang mampu mensugesti tarveler yang menejejakinya.

Dan menariknya lagi, selain keindahan alam laut yang ditawarkan pada dsetinasi ini, traveler akan di manjakan dengan berbagai fasilitas diantaranya Villa, wahana Waterboom, Gazebo, Restaurant, Hole (ruangan Meeting) serta Ruangan Informasi Wisata Bahari yang tersebar di Pulau Pangkep.


Rekam Jejak Danau Tanralili

Kisah ini berawal dari kegelisahan beberapa kawan yang ingin merasakan sensasi alam yang damai, sensasi pendakian yang menantang, serta keinginan untuk menjauh sejenak dari hingar bingar ibu kota Sulawesi selatan. Kami pun berembuk dan menyepakati untuk meninggalkan ibu kota Sulawesi selatan dan menyatu dengan alam di danau tanralili. Danau tanralili merupakan tempat yang belum terjamah, dan jaraknya pun lumayan menyita energi. Jaraknya ± 40 Km dari kota bunga Malino. Kami pun menyepakati untuk berangkat pada hari jumat dan pulang pada hari minggu. Tiba saatnya, tepatnya pukul 22.00 Wita, kami pun meninggalkan ibu kota Sulawesi selatan dengan rasa penasaran, dan di bumbui dengan rasa deg – degan. Namun, satu hal yang tak bisa kulupakan sebagai seorang pemula, sensasi membawa carel yang begitu melelahkan. Namun ada sedikit perasaan bangga yang terselip di antara lelah itu. Bangga karena bisa menaklukkan carel yang lumayan berat. Dengan berbekal sepeda motor formasi 1-10, kami menembus dinginnya perjalanan menuju kota bunga, membuang semua lelah, demi sebuah tekad.


Setibanya di lokasi tempat kami menambatkan sepeda motor, kami kembali bermusyawarah, apakah kita akan lanjut sekarang ataukah melanjutkan pendakian esok hari. Ternyata teman – teman bersikeras untuk melakukan pendakian. Dengan dikomandoi oleh Rifky dan diawasi oleh Tasbir kami akhirnya memulai pendakian menuju danau tanralili sekitar pukul 02.30 dini hari, diselimuti oleh perasaan was – was. Seperti tak mengenal lelah, kami terus menyusuri jalanan berbukit, berbatu dan beberapa aliran air yang harus kami sebrangi.

"Sang surya belum menampakkan sinarnya, sementara bulir – bulir air begitu asyik menggelayut di dedaunan dan rerumputan, hingga dingin terus menyelimuti"

Dengan gigi gemetar akibat kedinginan, ku langkahkan kaki menuju sungai. Tanganku terbata – bata mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat shubuh. Brrrrrrrr…. Dinginnya tak kalah dengan air es. Rasa – rasanya tak ingin menyelesaikan wudhu ini, tak sanggup dengan airnya yang begitu menusuk – nusuk kulit. Baru kali ini merasakan khusyuknya shalat shubuh di tengah – tengah alam, dikelilingi pohon, diiringi gemericik air dari sungai. Subhanallah…!!!. Usai melaksanakan shalat shubuh dan bersih – bersih, kegiatan berlanjut dengan masak – memasak. Namun, sebelum memasak kami memutuskan untuk menghangatkan diri terlebih dahulu dengan meneguk secangkir kopi ala bang iwan Fals. “Bongkar, bongkar, Bongkar Tendanya” Celetuk salah seorang teman yang mengundang gelak tawa kami semua. Tanpa sadar, aku menggerutu dalam hati “lagi lagi indomie, tidak di Makassar, tidak di tanralili, makan indomie terus, Huuufffttt”. Sebelum akhirnya keluh kesahku keluar, buru – buru ku lafazkan istigfar. Kegiatan masak memasak lumayan menyita waktu, dikarenakan kompor yang tidak mumpuni, hingga alat masak memasak yang serba imut. “Wajar saja, kita lagi di alam, manfaatkan yang ada” ujar salah seorang teman. Kegiatan masak memasak pagi itu di ketuai oleh kanda Basrul dan makanan pagi itu cukup melimpah ruah, mulai dari indomie, kacang, sarden, hingga makanan yang cukup mengurangi selera makanku, tak usahlah ku sebutkan mereknya. Setelah lambung tengah dibereskan, Tibalah saatnya kami harus meninggalkan tempat ini, meninggalkan sejuta kenangan.

"Alam ini begitu indah, mari kita bersahabat dengan mereka. Pelihara mereka agar tetap indah"


Wednesday, 22 July 2015

Di Puncak Harapan

Kelu jiwaku menatap mu yang hilang dalam kecemasan. Meski telah kucoba merangkul pundak mu yang ringkih. Namun tetap saja aku tak mampu mendekap mu dalam naungan. Raga mu memilih bebas, terbang dan bertengger kemana pun kau mau. Seakan semua sama saat sapa mu menyadarkan lamunanku. Tak ada yang istimewa. kau membungkuk menghormati walau dihadapmu adalah anak usia belasan. Raga mu kini tak muda lagi. Kau telah larut di banyaknya kisah heroik yang menjadi pedoman kami menapaki jalur ini. Kau besar dan mengakar, hingga kami tak sanggup menggapaimu. Kau legenda tanah ini, cahaya di dalam lembah. kau Teman dan sahabat bagi kami yang selalu ada menyapa pagi kami.

You are the best " Tata Mandong "


Datang Seperti Angin

Check out blog ini "Datang seperti angin............" http://pendaki.blogspot.com/2005/01/datang-seperti-angin.html


Mulanya biasa saja....
Dia datang seperti angin
Lembut nyaris tak terasa
Mulanya tak ada yang berkesan
Hanya sedikit tegur sapa dan basa basi
Tapi semuanya berubah ketika dia datang dengan sedikit simpati
Tegur sapa berubah menjadi curhat dan berujung pada pengakuan
"Aku suka persahabatan ini"
Tapi apakah hanya sebatas persahabatan??
Ketika ada rasa kehilangan ketika dia tak ada


tapi selanjutnya bagaimana ya?ada tembok di antara kita dan cuma sedikit celah dimana aku bisa melihatnya .........


Pariwisata

Sebenarnya ratusan bahkan ribuan tempat indah yang terselip diantara pepohonan dan bukit serta gunung di indonesia ini amatlah menjanjikan untuk di kelola. Namun sikap acuh serta pembiaran yang dilakukan Pemerintah serta Masyarakat sekitar membuat potensi pariwisata di Indonesia menjadi lesuh. Hal ini disebabkan oleh kurang nya kesadaran masyarakat sekitar akan potensi yang besar. Yang mampu merubah pola hidup serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekitar. Sarana dan prasarana yang tidak memadai membuat pengunjung merasa malas untuk datang. Jalur yang berliku serta berbatu menyulitkan para pengunjung yang hendak merasakan kealamian Objek Wisata ini. Seandainya Pihak terkait mampu untuk menjembatani Masyarakat sekitar dengan pengetahuan Pariwisata yang memadai maka tak tertutup kemungkinan negara kita ini menjadi negara Pariwisata terbesar di Dunia.


Thursday, 7 May 2015

Bantimurung Maros

Bantimurung- Adalah Permandian Alam yang berada di Desa dan Kelurahan Bamtimurung. Kab Maros.

Lokasi ini menjadi tempat Pariwisata Andalan di kabupaten Maros, hampir setiap hari tempat ini ramai dikunjungi oleh masyarakat lokal dan juga dari luar maros serta para Turis Mancanegara.
Suasana Alami di tempat ini membuat kita enggan untuk beranjak pulang dan memilih berlama lama merasakan kesejukannya.

Selain untuk melihat serta merasakan panorama kealamian. Tempat ini juga banyak menyediakan hiburan lainnya seperti Taman Kupu-kupu serta Goa mimpi yang mampu membuat anda terpukau melihat bentuk bentuk dari Stalagmit dan Stalagtit. Tempat ini juga telah didaulat sebagai kerajaan Kupu-kupu terbesar didunia, Karna hampir semua Spesies Kupu-kupu dan bahkan spesies asli Maros ditemukan di tempat ini. Bagi anda yang berniat berkunjung bisa langsung mengaksesnya dengan Transportasi Roda 4 dan 2. Biaya masuknya pun tidak lah mahal.