Kelu jiwaku menatap mu yang hilang dalam kecemasan. Meski telah kucoba merangkul pundak mu yang ringkih. Namun tetap saja aku tak mampu mendekap mu dalam naungan. Raga mu memilih bebas, terbang dan bertengger kemana pun kau mau. Seakan semua sama saat sapa mu menyadarkan lamunanku. Tak ada yang istimewa. kau membungkuk menghormati walau dihadapmu adalah anak usia belasan. Raga mu kini tak muda lagi. Kau telah larut di banyaknya kisah heroik yang menjadi pedoman kami menapaki jalur ini. Kau besar dan mengakar, hingga kami tak sanggup menggapaimu. Kau legenda tanah ini, cahaya di dalam lembah. kau Teman dan sahabat bagi kami yang selalu ada menyapa pagi kami.
You are the best " Tata Mandong "
Wednesday, 22 July 2015
Di Puncak Harapan
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment